Profil Aktivitas Fisik, Antropometri, dan Kebugaran Jasmani Mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani Universitas Pamulang

Main Article Content

Acep Rohmat Nurhidayat

Abstract

Aktivitas fisik, status antropometri, dan kebugaran jasmani merupakan faktor penting yang memengaruhi kesehatan dan kemampuan fisik mahasiswa Pendidikan Jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil aktivitas fisik, antropometri, dan kebugaran jasmani mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Pamulang. Metode yang digunakan adalah deskriptif cross-sectional dengan melibatkan 100 mahasiswa sebagai sampel. Data aktivitas fisik dikumpulkan melalui kuesioner IPAQ-SF, pengukuran antropometri meliputi tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh (IMT), dan lingkar pinggang, sedangkan kebugaran jasmani diukur menggunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI). Hasil menunjukkan bahwa 45% mahasiswa memiliki aktivitas fisik tinggi, 40% sedang, dan 15% rendah. Rata-rata IMT mahasiswa adalah 21,9 kg/m² dengan 78% berada pada kategori normal. Kebugaran jasmani secara keseluruhan berada pada kategori sedang hingga baik, dengan rata-rata jarak Cooper test 2200 meter dan rata-rata push-up sebanyak 28 kali per menit. Kesimpulannya, sebagian besar mahasiswa memiliki aktivitas fisik dan status antropometri yang baik, serta kebugaran jasmani yang memadai. Hasil ini mendukung pentingnya program pembinaan kebugaran yang terstruktur untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan performa akademik mahasiswa.

Article Details

Section
Articles

References

R. Ahmad Pauji, R. N. Sari, dan S. Wulandari, “Hubungan antara perilaku sedentari dengankebugaran jasmani pada siswa sekolah dasar,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 17, no. 2, hlm.123–130, 2021.

S. N. Blair, Y. Cheng, dan J. S. Holder, “Is physical activity or physical fitness moreimportant in defining health benefits?,” Medicine and Science in Sports and Exercise, vol. 28,no. 6, hlm. 1–12, 1996.

C. Fitriani, “Analisis kebugaran jasmani dan aktivitas fisik pada siswa sekolah dasar,” JurnalPendidikan Jasmani, vol. 11, no. 1, hlm. 45–52, 2023.

A. Elzandri, D. Mulyadi, dan A. Rahman, “Profil antropometri dan kebugaran jasmanimahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara,” Jurnal Kesehatan, vol. 8, no. 3,hlm. 175–182, 2015.

S. Nuryani, “Aktivitas fisik dan kebugaran jasmani siswa SMP di Kecamatan Sukajadi,”Jurnal Ilmu Keolahragaan, vol. 14, no. 2, hlm. 89–96, 2022.

F. B. Ortega, J. R. Ruiz, M. J. Castillo, dan M. Sjöström, “Physical fitness in childhood andadolescence: a powerful marker of health,” International Journal of Obesity, vol. 32, no. 1, hlm.1–11, 2008.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, 2018.

World Health Organization, WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour,Geneva: WHO Press, 2020.

R. S. Putra dan S. Wibowo, “Pengaruh aktivitas fisik terhadap indeks massa tubuhmahasiswa,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 16, no. 1, hlm. 55–62, 2020.

L. A. Smith dan M. J. Jones, “Anthropometric profiles and their association with physicalfitness in university students,” Journal of Sports Science, vol. 22, no. 3, hlm. 210–218, 2019.

H. Kurniawan dan D. Setiawan, “Hubungan kebugaran jasmani dengan prestasi akademikmahasiswa pendidikan jasmani,” Jurnal Pendidikan Olahraga, vol. 12, no. 2, hlm. 101–110,2021.[12]M. F. Abdullah dan R. Hermawan, “Pengaruh program latihan kardiorespirasi terhadapkebugaran jasmani mahasiswa,” Jurnal Ilmu Keolahragaan, vol. 15, no. 1, hlm. 70–78, 2022.

D. Wijaya dan F. Anggraini, “Peran antropometri dalam menentukan risiko penyakitmetabolik pada mahasiswa,” Jurnal Kesehatan Nasional, vol. 19, no. 4, hlm. 200–207, 2021.

P. J. Davis dan M. L. Clark, “Physical activity patterns among college students: A cross-sectional study,” International Journal of Exercise Science, vol. 13, no. 5, hlm. 789–798, 2020.

[T. Sari dan B. Hartono, “Evaluasi kebugaran jasmani pada mahasiswa dengan menggunakantes TKJI,” Jurnal Pendidikan dan Kesehatan, vol. 9, no. 3, hlm. 150–157, 2023.