EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN RENANG SEKOLAH DASAR PADA KEBERANIAN DI DALAM AIR
Main Article Content
Abstract
Keberanian berada di air merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu ditumbuhkan sejak usia sekolah dasar. Pengenalan aktivitas akuatik, seperti renang maupun permainan air, tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan keterampilan fisik, tetapi juga bertujuan membangun karakter anak, khususnya dalam aspek keberanian serta kepercayaan diri. Keberanian ini menjadi landasan utama bagi anak untuk mampu menghadapi berbagai tantangan dan risiko yang mungkin muncul ketika beraktivitas di lingkungan perairan. Urgensi penguatan keberanian di air juga berkaitan dengan upaya pencegahan kecelakaan, terutama risiko tenggelam yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada anak di berbagai negara. Peserta didik yang memiliki keberanian dan rasa percaya diri saat berada di air cenderung lebih mudah mempelajari teknik keselamatan dan keterampilan bertahan, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan. Oleh sebab itu, pendidikan akuatik yang menitikberatkan pada pengembangan keberanian sangat relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran pendidikan jasmani di tingkat sekolah dasar. Selain aspek keselamatan, keberanian di air berkonstribusi terhadap pembentukan karakter dan perkembangan mental anak. Melalui berbagai aktivitas akuatik, anak dapat belajar mengatasi ketakutan, memperkuat rasa percaya diri, serta mengembangkan kemandirian dan ketangguhan. Proses ini berperan penting dalam membentuk karakter positif yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar sekolah. Keberanian di air juga memiliki dampak terhadap perkembangan motorik dan kemampuan sosial anak. Aktivitas akuatik menuntut koordinasi gerak tubuh yang baik dan keterampilan bekerja sama dengan teman sebaya. Kondisi tersebut membantu mengembangkan motorik kasar, meningkatkan kekuatan otot, serta menumbuhkan kemampuan beradaptasi dan berinteraksi dalam situasi baru. Dengan demikian, keberanian di air tidak hanya berpengaruh pada aspek fisik, tetapi juga pada dimensi sosial dan emosional. Pendidikan akuatik yang optimal perlu dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Program pembelajaran yang berfokus pada peserta didik, sebagaimana ditemukan dalam berbagai penelitian, terbukti mampu meningkatkan keterampilan renang, pengetahuan keselamatan air, serta keberanian dalam menghadapi tantangan di perairan. Peran guru, orang tua, dan pelatih juga sangat penting dalam membangun lingkungan belajar yang aman, suportif, dan bermakna bagi anak. Secara keseluruhan, keberanian di air pada peserta didik sekolah dasar merupakan bekal penting untuk membentuk generasi yang sehat, percaya diri, dan mampu menjaga keselamatan diri di lingkungan akuatik. Implementasi pendidikan akuatik yang terencana dan berkelanjutan menjadi