HUBUNGAN FREKUENSI LATIHAN RENANG DENGAN PENINGKATAN DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI SISWA SMA 123TANGERANG SELATAN
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi latihan renang dengan peningkatan daya tahan kardiorespirasi pada remaja di lingkungan urban. Latarbelakang penelitian didasari oleh fenomena penurunan aktivitas fisik di kalangan siswa sekolah menengah yang berdampak pada rendahnya tingkat kebugaran. Menggunakan desain penelitian korelasional ex-post facto, penelitian ini melibatkan 22 siswa SMA 123 Tangerang Selatan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner frekuensi latihan mingguan dan Multistage Fitness Test (MFT) untuk mengukur estimasi VO2 Max. Hasil analisis data menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara frekuensi latihan dengan nilai VO2 Max, di mana siswa yang berlatih dengan frekuensi tinggi (4-5 kali/minggu) menunjukkan kategori kebugaran "Baik Sekali" hingga "Istimewa" dengan rata-rata VO2 Max di atas 44 ml/kg/min, sedangkan siswadengan frekuensi rendah (1-2 kali/minggu) cenderung berada pada kategori "Kurang" hingga "Sedang".Temuan ini mengindikasikan bahwa frekuensi latihan merupakan variabel determinan dalam adaptasi fisiologis kardiorespirasi. Kesimpulan dari penelitian ini menyarankan perlunya revaluasi kurikulum pendidikan jasmani dan program ekstrakurikuler untuk meningkatkan frekuensi aktivitas akuatik guna mengoptimalkan kesehatan jangka panjang siswa.